Tim Kurikulum Tular Nalar

Mulai dari menjelajahi media digital untuk mencari informasi, mampu memahami pesan serta berbagai perlindungan privasi dan data pribadi, hingga berkolaborasi dengan orang lain melalui teknologi digital.

Asik Berselancar di Media Sosial: Eksis yang Bertanggung Jawab? Bisa Kok!

Media sosial telah menjadi bagian hidup kita saat ini. Mulai dari membuka mata sampai kita kembali tidur, media sosial selalu menemani. Namun banyak orang belum tahu apa itu media sosial. Definisi dari buku Media and Information Literacy UNESCO (2017) menerangkan bahwa media sosial merupakan layanan daring untuk menciptakan interaksi sosial, membangun hubungan, mengolah, dan menyebarkan informasi. 

Beberapa karakteristik dari media sosial antara lain memiliki halaman profil pengguna yang biasanya menjabarkan siapa kita. Terjadi interaksi dengan pengguna lain dengan adanya tombol Like, kolom komentar, dan tombol share. Terakhir, sifat platform media sosial adalah terbuka atau semua orang dapat membuat akun. Beberapa nama terkenal platform media sosial yang kita Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, dan Google+. 

Definisi dan karakteristik media sosial diatas tentunya sudah sering dilakukan dan dipahami kawan Tular Nalar. Seiring kita tahu apa itu media sosial, ada baiknya kita juga tanggap akan pentingnya literasi digital untuk menjadi pribadi tangguh bermedia sosial. Sehingga dalam bermedia sosial sehari kita mampu menjadi pribadi yang menjaga keharmonisan dan kondusifitas media sosial.

Tangkal Disinfodemi di Media Sosial

Salah satu caranya untuk dapat mengetahui lebih lanjut tentang media sosial adalah memahami langkah bermedia sosial. Beberapa langkah dasar dalam menggunakan media sosial biasa dilakukan antara lain:

– Mengetahui apa itu media sosial

– Mengetahui cara mengakses media sosial

– Mengetahui cara mengelola informasi di media sosial

Sedangkan beberapa langkah seperti memblokir orang lain, memberikan komentar negatif, sampai dengan memalsukan akun tidak dianjurkan. Karena selain merugikan orang lain juga akan memberikan dampak negatif pada diri sendiri.

Setelah memahami langkah diatas, kita bisa memahami cara terbaik lain bermedia sosial. Seperti memahami dan mempelajari cara mengaksesnya, seperti membuat akun pribadi. Karena dengan menggunakan data pribadi asli untuk bergabung di media sosial, kita mampu membangun citra positif. Selain itu kita juga dapat mengoptimalkan fitur-fitur utama di media sosial. Fitur seperti tombol berbagi (share), membatasi pertemanan, sampai mengatur siapa saja yang bisa melihat postingan kita hanya beberapa yang perlu kita ketahui.

Lebih jauh lagi, etika kita bermedia sosial juga jangan dilupakan. Dengan menunjukkan etika dalam bermedia sosial, kawan Tular Nalar dapat menjadikan media sosial kondusif dan bermanfaat. Berikut beberapa panduan etika bermedia sosial yaitu:

– Mengikuti aktivitas akun media sosial orang lain

– Tidak menggunakan media sosial untuk menghina dalam kolom komentar

– Mengelola akun media sosial sesuai etika yang kita ketahui dan kebutuhan

– Mengutamakan menjadi bijak dan asyik bermedia sosial

Aktivitas tidak beretika seperti memalsukan akun, mengikuti aktivitas akun media sosial orang lain, atau membocorkan rahasia via posting sebaiknya urung dilakukan. Dan sebaiknya aktivitas ini dihindari buat kita sendiri dan orang yang kita kenal dan sayang. Kawan Tular Nalar dapat mempelajari lebih lanjut etika di internet (netiquette) di laman Rasmussen University.

Selain opini, informasi yang kita bagi dalam postingan pun sebaiknya tidak palsu. Informasi berbasis fakta malah lebih baik. Informasi ini bisa kita telusur dengan mesin peramban atau pencari seperti Google, Yahoo, dan Bing. Karena secara umum, fungsi media sosial adalah untuk berbagi informasi, mengembangkan hobi atau minat, dan menjalin kolaborasi. Sehingga usahakan media tidak menjadi sarana menyebarkan hoaks. Karena dengan menyebarkan hoaks, kita tidak lagi dipercayai lagi di media sosial.

Literasi Digital untuk Melawan Disinfodemi

Yuk sekalian simak video belajar berjudul “Media Sosial, Teman Asyik di Internet” di situs Tular Nalar. Video yang asyik dan informatif ini punya cerita yang merefleksikan apa itu literasi digital di media sosial. Tentunya, cara mengembangkan diri untuk menjadi netizen yang bijak bermedia sosial. Langsung aja simak videonya ya. Salam Tular Nalar!

Buat yang ingin mempelajari lebih dalam tema ini, Kawan Tular Nalar bisa memilih Menu Cepat dan Menu Lengkap. Kedua menu ini dilengkapi dengan kuis yang seru. Apa perbedaannya? Menu Cepat adalah proses pembelajaran lebih singkat dengan video sebagai acuan. Menu Cepat dibagi menjadi durasi 30 menit dan 15 menit. Menu Lengkap, tidak hanya dilengkapi dengan video namun juga Lesson Plan dan alat evaluasi setiap sesi. Nah, mau Menu Cepat 30 menit, Menu Cepat 15 menit, atau Menu Lengkap? Silakan gunakan sesuai dengan kebutuhan dan situasi. Salam Tular Nalar.