Tim Kurikulum Tular Nalar

Dalam tatanan masyarakat demokrasi, media massa memegang peranan penting sebagai sarana diseminasi informasi, baik dari pemerintah ke masyarakat maupun dari masyarakat ke masyarakat.

Internet Damai: Cegah Intoleransi dan Diskriminasi dalam Dunia Digital

Semua pasti ingin ada kedamaian di dunia maya, bukan?. Karena berlimpah arus dan akses informasi, banyak informasi terkait suku, ras, agama, dan etnis memicu konflik, kekerasan, bahkan perpecahan bangsa. Sehingga salah satu cara menciptakan kedamaian di dunia maya adalah dengan mengecek fakta dari informasi yang salah. Dan ini yang baiknya kita lakukan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Beberapa aktivitas seperti mencari sumber rujukan terpercaya, menggunakan perangkat periksa fakta, dan menyusun bantahan dan sebarkan dapat dilakukan. Beberapa situs bisa dikunjungi untuk mengecek fakta antara lain turnbackhoax.id, tempo.co.id, dan tirto.id. Mau lebih mudah? Kawan Tular Nalar bisa mencatat nomor chatbot cek fakta dari Mafindo di +6285921600500. Chatbot ini dilengkapi hasil klarifikasi dari hoaks yang beredar setiap harinya.

Sebelum fakta bisa kita paparkan, kita wajib pastikan sebuah informasi tersebut adalah hasutan kebencian. Beberapa hal berikut dapat dilakukan, antara lain:

1. Informasi secara potensial tersebut menyasar kelompok rentan

2. Informasi berisi muatan dan nada hasutan

3. Informasi berisi ajakan untuk berbuat kebaikan

4. Informasi dimaksudkan pelaku untuk menghasut

Informasi kontroversial terkait suku, ras, agama, dan etnis kadang mudah sekali menyulut kemarahan banyak orang. Umumnya aktivitas mengancam ini dieksploitasi oknum atau kelompok tertentu. Informasi macam ini disebut sebagai malinformasi. Selain itu ada juga misinformasi yang merupakan informasi salah namun tidak mengancam keberadaan orang lain. Sedang disinformasi sebaliknya. Informasi ini adalah informasi salah yang sengaja disebarkan untuk mengusik kedamaian. Kawan Tular Nalar bisa memahami lebih lanjut tentang jenis informasi salah ini di modul UNESCO berjudul Journalism, ‘Fake News’ and Disinformation: A Handbook for Journalism Education and Training (2017).

Kawan Tular Nalar pasti tahu kalau informasi berisi kebencian seringkali bernada provokatif. Oleh sebab itu, bantahan yang sigap dan bernas juga dapat dijadikan sebagai kontranarasi. Kontranarasi ditujukan agar publik memahami sisi lain untuk mengungkap kebenaran dan melawan hasutan kebencian. Kontranarasi ini bisa dalam bentuk humor, satir, meme, dan kutipan berisi kedamaian. Dengan melawan ujaran kebencian yang kadang menghasut ini, kita melawan pemicu kekerasan, konflik, dan perendahan martabat. Menyoal cara melawan ujaran kebencian, Kawan Tular Nalar bisa membaca buku Melawan Hasutan Kebencian (2017) dari PUSAD Paramadina dan Mafindo.

Kontranarasi ini juga menjadi narasi alternatif untuk melawan hasutan dan ujaran kebencian di dunia maya. Narasi alternatif menjadi upaya kita bersama untuk melawan hasutan dan kebencian yang beredar di media sosial. Salah satu aktivitasnya adalah dengan membuat ide-ide positif konstruktif dan mempersempit perbedaan antar kelompok, bukan perbedaan. Beberapa strategi untuk menyebarkan konten positif di media sosial yang dapat dilakukan antara lain:

1. Membuat dan merancang kontranarasi dan aksi bersama

2. Mengajak media yang ada untuk terlibat

3. Mengajak atau berkolaborasi dengan banyak pihak

Ciptakan Internet Damai Tanpa Kebencian Berbasis Agama

Begitu banyaknya informasi penyulut kebencian yang berbasis isu suku, ras, agama, dan etnis membuat kita harus tahu, tanggap, dan tangguh. Menjadi tahu akan fakta sebagai kontranarasi menjadi dasar kita melawan ujaran kebencian. Menjadi tanggap menjadi respons kita akan pengganggu keharmonisan kita dalam perbedaan. Dan dengan menjadi tangguh, kawan Tular Nalar mampu bertahan dalam menjaga kedamaian di dunia maya.

Bagi Kawan Tular Nalar mau memahami cara mencegah, dampak, dan gambaran ujaran kebencian saksikan video Makin Pintar, Harus Berempati. Video yang mudah dipahami dan menggambarkan kesalahpaham yang sering terjadi di sekitar kita ini patut Kawan tonton. Diselingi canda cerdas dan penguatan empati atas perbedaan, video ini cocok ditonton juga keluarga, teman, dan orang tersayang. Yuk tengok. Video ini ada di dalam tema Internet Damai dari menu Belajar Online. Salam Tular Nalar!

Untuk penerapan nilai empati dan toleransi, Kawan Tular Nalar dapat juga mempelajarinya. Ada dua pilihan yaitu Menu Cepat dan Menu Lengkap. Kedua menu ini dilengkapi dengan kuis yang seru. Apa perbedaannya? Menu Cepat adalah proses pembelajaran lebih singkat dengan video sebagai acuan. Menu Cepat dibagi menjadi durasi 30 menit dan 15 menit. Menu Lengkap, tidak hanya dilengkapi dengan video namun juga Lesson Plan dan alat evaluasi untuk setiap sesi. Nah, mau Menu Cepat 30 menit, Menu Cepat 15 menit, atau Menu Lengkap? Silakan gunakan sesuai dengan kebutuhan dan situasi. Salam Tular Nalar.